
4 Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya dan Komunikasi Berhasil Lolos Seleksi Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM)
- Posted by SuperAdmin
- Date 3 Agustus 2022
Sumber gambar: Instagram/ @pertukaranmahasiswamerdeka)
Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) merupakan salah satu program flagship di bawah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Saat ini program PMM telah memasuki periode ke-2. PMM memberikan kesempatan bagi mahasiswa di penjuru Indonesia untuk merasakan bagaimana kuliah di Universitas yang berbeda. Selain itu, PMM juga menawarkan para mahasiswa untuk bisa mencoba mengambil mata kuliah di luar Program Studi (Prodi) atau lintas jurusan mereka. Dengan mengikuti program tersebut, mahasiswa ditantang untung bisa belajar di universitas lain yang berada di pulau yang berbeda dan tinggal di sana selama 1 semester (kurang lebih 4-6 bulan).
Program di bawah naungan Kemendikbudristek ini bertujuan untuk membuat mahasiwa di Indonesia dapat menempuh pendidikan di luar Perguruan Tinggi (PT) asal sembari mengenal budaya-budaya setempat yang ada di kampus sasaran mereka. Di samping itu, para mahasiswa dapat menambah lingkaran pertemanan mereka. Dengan lingkungan perkuliahan yang baru, tentu saja akan menghasilkan lingkup pertemanan yang baru juga.
Sama seperti program-program MBKM lainnya, minat para siswa untuk mendaftar program PMM juga sangat tinggi setiap periodenya. Tak ketinggalan, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya dan Komunikasi (FIBK) pun berbondong-bondong mendaftar program tersebut. Terdapat 4 mahasiswa Sastra Inggris yang berhasil lolos menjadi peserta PMM periode 2. Mahasiswa tersebut antara lain adalah Brevidhia Mumtazka Naila (mahasiswa semester 6) dengan PT tujuan adalah Universitas Mahasaraswati Denpasar. Kemudian, Aisya Rahma Nurhaliza (mahasiswa semester 4) dan Anggita Mughni Nur Latifah (mahasiswa semester 4) yang mendapatkan PT tujuan yang sama, yakni Universitas Warmadewa Bali sebagai PT tujuan. Yang terakhir adalah Miftah Nurul Amanah (mahasiswa semester 6) dengan Universitas Hasanuddin Makassar sebagai PT tujuannya.
Sementara itu, pendaftaran program PMM berlangsung pada bulan Mei akhir hingga awal bulan Juni 2022. Informasi mengenai pendaftaran tersebut mereka dapatkan dari berbagai macam sumber. Contohnya, flyer yang di share di Whatsapp grup Ikatan Sastra Imut (ISI) serta sosialisasi secara online yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Berbagai proses pun harus mahasiswa lewati terlebih dahulu sebelum akhirnya mereka diterima menjadi peserta PMM.
“Alur pendaftarannya itu pertama saya membuat akun di laman website PMM, setelah itu menggunggah berkas-berkas yang dibutuhkan (scan KTP, rekening pribadi, bukti keaktifan BPJS, kartu BPJS, surat rekomendasi fakultas, surat izin orang tua, dan transkip nilai) ke laman tersebut. Setelah itu saya melakukan survey kebhinekaan. Selanjutnya saya tinggal menunggu pengumuman,” ujar salah satu mahasiswa FIBK yang lolos program PMM Anggita Mughni Nur Latifah.
Setelah mahasiswa FIBK menjadi peserta PMM 2, mereka mendapatkan pembekalan sebanyak dua kali. Yang pertama, mendapatkan satu sesi pra departure untuk memastikan kembali kebenaran dan kesiapan data yang telah terisi (data ini nantinya akan dibawa saat waktu pemberangkatan). Kedua, satu sesi pembekalan yang dilakukan di PT asal mahasiswa (pembekalan dilakukan melalui online platform).
Waktu pemberangkatan bagi para mahasiswa peserta PMM 2 berbeda-beda. “Sebenarnya pemberangkatan peserta PMM tidak semuanya sama karena pihak PMM memberlakukan sistem kloter, yang di mana ada kloter 1 sampai dengan 9. Saya sendiri berangkat di kloter 5, dengan rentan waktu akhir Agustus hingga awal September,” ucap salah satu peserta PMM 2 dari FIBK, Brevidhia Mumtazka Naila.
Tentunya selain perasaan manis ketika lolos program PMM, ada perasaan pahit yang dirasakan para mahasiswa FIBK sebelum waktu pemberangkatan, di mana nantinya mereka akan belajar dan tinggal di lingkungan yang betul-betul baru.
“Perasaan saat saya dinyatakan lolos pastinya senang, akan tetapi di sisi lain saya juga merasa sedih karena nantinya akan pergi jauh meninggalkan keluarga dan teman-teman dekat,” kata salah satu mahasiswa Sastra Inggris yang menjadi peserta PMM 2 bernama Aisya Rahma Nurhaliza.
Namun banyak sekali manfaat dari program PMM yang akan didapatkan oleh mahasiswa FIBK yang mengikuti program tersebut yang dapat membuat mereka meyakinkan diri dan orang tua untuk tetap mengikuti program tersebut. Di antara manfaat tersebut adalah konversi mata kuliah hingga 20 SKS, uang kedatangan, uang saku per bulan dan potongan biaya UKT, serta mendapatkan e-certificate sebagai peserta PMM 2. Dengan mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka diharapkan bisa memperluas wawasan dan pengetahuan mahasiswa FIBK, di mana tidak terbatas di satu tempat saja. Kemudian, pengalaman yang mereka dapatkan bisa meningkatkan kualitas diri mereka dan bisa bermanfaat bagi sekitar. (Zia)
You may also like

