
Fakultas Sastra Gelar Kembali “Fun Talk#2”
- Posted by SuperAdmin
- Date 1 Desember 2021
Purwokerto, 23 Oktober 2021. Fakultas Sastra kembali menggelar seri Fun Talk#2 dengan tema “How High Can You Leap?”. Seri ke-dua ini menghadirkan tiga mahasiswa berprestasi dalam kompetisi seni dan olahraga sebagai narasumber. Adhitya Alfian dan Jodi Reza Ramadhani adalah pemenang juara favorit dalam kompetisi Festival Film Mahasiswa Indonesia (FFMII) 2020 lewat film “Mbak Ayu” sedangkan Kurnia Nanda Nirmala adalah juara III Tanding Putri Kelas B pada Kejuaraan Nasional Tapak Suci Antar Perguruan Tinggi Piala Menpora RI II. Sesuai tema acara, prestasi mereka menunjukkan bahwa mereka mampu melompat tinggi untuk meraih yang terbaik.
Webinar ini diikuti kurang lebih 30 peserta yang berasal dari mahasiswa Sastra Inggris dan dipandu oleh moderator Hardiansyah Putra, mahasiswa prodi Sastra Inggris semester 5. Di dalam film “Mbak Ayu”, Jody dan Adhit bekerja sebagai sutradara seni (art director), yang bertugas mengatur, menentukan, mengarahkan tampilan lokasi dan detail make up pemain. Sedangkan dalam film “Jejak Surau”, Adhit bekerja sebagai penulis naskah (script writer). Tugas utamanya adalah membuat materi cerita atau mengadaptasi karya yang sudah ada.
Kemenangan dalam ajang kompetisi film tersebut telah memberikan mereka pengalaman berharga, di antaranya adalah ilmu dan teman-teman baru. Beberapa bagian dari film yang sangat membekas dalam ingatan mereka adalah pada saat adegan hujan, sedangkan cuaca sebenarnya sangat panas. Untuk menciptakan efek hujan, mereka harus menyemprotkan air dengan menaiki pohon mangga dan atap rumah. Saat merasa lelah, bosan, keterbatasan waktu, dana, peralatan shooting dan berada dalam situasi writer block atau kehabisan ide cerita, mereka mengatasinya dengan saling bercerita, bermain di waktu senggang, menonton film, jalan kaki menghirup udara segar sambil mencari referensi, dan brain-storming dengan teman teman. Menurut mereka, kegiatan-kegiatan tersebut sangat membantu memulihkan kembali semangat berkarya mereka.
Semangat yang sama juga ditunjukkan Nirmala dalam mengikuti Kejuaraan Nasional Tapak Suci Antar Perguruan Tinggi dan meraih juara III kelas B. Pada ajang tersebut, Nirmala bertanding melawan wakil dari Universitas Lampung. Meski memperoleh juara III, kemenangannya telah memberikan rasa bangga bagi keluarga, almamater, dan orang-orang yang telah mendukungnya. Menurutnya lawan terberat bukanlah musuh melainkan dirinya sendiri. Itulah sebabnya, sesaat sebelum pertandingan dia hanya menanyakan jadwal tandingnya tanpa menanyakan siapa lawannya, darimana asalnya, dan seperti apa orangnya. Itu adalah cara untuk menghindari rasa tidak percaya diri. Sedangkan pengalaman yang tidak terlupakan yaitu saat harus bertanding melawan teman sendiri, merasa tidak tega tetapi harus tetap professional. Tendangan sabit atau lebih dikenal dengan tendangan goyang sirip merupakan jurus andalan dan yang disukainya.
Pada akhir acara, ketiga mahasiswa tersebut menyampaikan rasa bangga mereka sebagai pemenang karena mendapatkan pengalaman berharga dan sertifikat juara yang akan menambah nilai plus saat bekerja nanti. Mereka berpesan agar para mahasiswa Fakultas Sastra lebih percaya diri dengan kemampuan diri sendiri dan berani untuk berkarya, baik di bidang akademik dan non-akademik. Mereka juga berharap pihak fakultas akan terus mendukung para mahasiswa untuk lebih berprestasi dan berkembang, baik di tingkat nasional maupun internasional. (Brev)
You may also like

